Senin, 09 Juni 2014

Pesona Tenun Ikat Sambas


foto : antarafoto.com
Sobat Tenun, kalo sebelumnya telah disajikan tentang Tenun Songket ( baca disini ) , sekarang kita tambah ilmu tentang Tenun Ikat Sambas yang begitu mempesona. 
Produk kain menjadi salah satu primadona Indonesia yang sudah dikenal seluruh dunia. Mulai dari kain tradisional seperti batik, tenun, atau songket hingga ke skala industri seperti garmen. 

 




Kalimantan Barat juga memiliki olahan kain tradisional yang sudah mengakar dalam adat budaya masyarakatnya, yaitu yang dikenal dengan tenun Sambas. Tenun ikat Sambas atau dikenal dengan sebutan tenun Sambas saja, adalah kerajinan tolahan serat benang yang dihasilkan oleh masyarakat Sambas. Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, kain tenun Sambas sudah ada sejak tahun 1675 M, bertepatan dengan berdirinya Keultanan Sambas yang di pimpin oleh Sultan Sulaiman, dengan gelar Sultan Muhammad Shafiuddin I. Sementara cerita lain mengatakan, tenun Sambas sudah dikenal masyarakat setempat pada masa kerajaan Hindu, sebelum berdirinya Kesultanan Islam Sambas. Diperkirakan tenun Sambas berusia lebih dari 300 tahun.


Warna-warni cerah tenun Sambas sangat fashionable, seperti warna merah manggis, orange, pink, hijau maupun hitam. Laki-laki dan perempuan bisa menggunakannya. Kain untuk perempuan biasanya berukuran panjnag 200 cm dan lebar 1,05 cm. Sedangkan laki-laki bisa memakai kain tenun Sambas dengan panjang sekitar 150 cm dan lebar 60 cm. Kain untuk laki-laki disebut juga kain sabuk karena biasanya dipakai di pinggang berfungsi sebagai sabuk. 

      

Foto: kerajinantenunkainsambasblogspot.com
Nama lain dari tenun Sambas adalah bannang ammas atau kain benang emas, hal ini dikarenakan motif benang emans merupakan bagian penting dalam pembuatan tenun Sambas. Zaman dahulu motif benang emas ini terbuat dari benang emas colok yang ringan, dan tahan lama sehingga meski sudah berumur puluhan tahun arna tidak pudar. 





foto: tenunikat.etalasekediri.com
Seperti halnya olahan serat kain di berbagai daerah Indonesia, tenun Sambas juga memiliki corak khas dan filosofi sendiri. Salah satu ciri khas tersebut adalah motif pucuk rebung atau dalam bahasa daerah Sambas di sebut suji bilang. Berbentuk segitiga, memanjang dan lancip. Makna dari motif pucuk rebung adalah, pertama, sebagai pengingat bagi masyarakat Sambas agar terus berupaya untuk terus maju. Selain itu, pucuk rebung merupakan bagian dari pohon bambu yang terus tumbuh dan tumbuh, semangat seperti pohon bambu ini yang harus di miliki masyarakat dalam segala sisi kehidupannya. Makna kedua, masyarakat Sambas harus senantiasa berpikiran lurus, seperti halnya pucuk rebung yang tumbuh lurus menjulang. Sedangkan makna ketiga adalah jika seseorang sudah merasa mencapai puncak tertinggi tidak boleh sombong dan arogan, sebagaimana pohon bambu yang selalu merunduk. 

Ya memang tenun ikat dari Sambas memiliki karakter tersendiri. Tenun Sambas memiliki warna-warna cerah cukup beragam, seperti warna merah manggis, oranye, warna paru (pink), hijau dan hitam. Harga kain tenun Sambas bervariasi, bergantung pada kualitas bahan dan tingkat kesulitan motif tenunan. Tenunan berbahan poliester bisa didapat dengan rentang harga ratusan ribu rupiah. Namun, tenunan berbahan katun atau sutera harganya bisa mencapai jutaan rupiah. Selain bahan benang, motif juga sangat memengaruhi harga tenun ini.

Proses pembuatan tenun Sambas relatif sulit dan rumit. Untuk mempunyai keahlian menenun, seseorang membutuhkan waktu minimal dua tahun untuk belajar. Keahlian menenun sangat berpengaruh terhadap hasil tenunan yang dihasilkan. Semakin mahir seseorang menenun, motif tenunan yang dibuat juga biasanya semakin rumit dan sulit. Semakin sulit dan rumit motif yang dibuat, semakin mahal harga tenunan yang dihasilkan. Waktu yang diperlukan untuk membuat satu lembar kain tenun relatif bervariasi. Selain faktor kemahiran penenunnya, lamanya waktu yang diperlukan bergantung pada motifnya. Semakin sulit motifnya, semakin lama waktu yang diperlukan. Jika motifnya relatif sulit, dalam sebulan seorang penenun terkadang hanya mampu menghasilkan selembar kain. Tapi jika motifnya biasa, dapat diselesaikan dalam waktu dua minggu atau lebih cepat.


Nah itulah Sobat Tenun, sedikit gambaran Pesona Tenun Ikat Sambas.
Semoga menambah pengetahuan kita...

Salam hangat dari Tim Omah Tenun

Tidak ada komentar:

Posting Komentar