Label

Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 September 2014

GOOD TENUN PRACTICES FOR HAND TENUN

peserta TOT - Good Tenun Practices
Omah Tenun - Selamat pagi sobat tenun..di pagi yang cerah ini Tim Omah Tenun akan berbagi sedikit cerita nih tentang Good Tenun Practices For Hand Tenun. Wah...apa ya itu Good Tenun Practices ? Gini sobat tenun, kebetulan salah satu Tim Omah Tenun berkesempatan mengikuti Trainning for Trainer di Jakarta khusus untuk membahas Good Tenun Practices. Trainning tersebut diikuti oleh berbagai perwakilan propinsi-propinsi di Indonesia yang berkaitan dengan industri tenun, dan juga ada yang dari negara tetangga kita, yaitu Philipina.

peserta dari Philipina sedang presentasi
Sobat Tenun, setiap orang berhak untuk mendapatkan produk tenun yang aman dan ramah lingkungan sehingga terhindar dari penyakit atau alergi yang disebabkan karena penggunaan produk tenun yang tercemar
secara biologis, kimia, maupun fisik, bahkan dapat mencemari pekerja ataupun lingkungan. Beredarnya
produk tenun yang tidak memenuhi syarat kesehatan, keamanan produk dan keramahan lingkungan
bukan hanya akan merugikan konsumen tetapi juga produsen, karena produsen dapat kehilangan
kepercayaan konsumen, peluang perdagangan, penghasilan dan pekerjaan, kesehatan dirinya di
samping juga dapat mendapat tuntutan hukum dari masyarakat.

Kamis, 18 September 2014

Launching AKN Kota Pekalongan

Omah Tenun - Sobat Tenun, sebelumnya kami pernah kabarkan tentang dibukannya Akademi Komunitas Negeri Kota Pekalongan ( baca disini ), kemarin pada hari Rabu, 17 September 2014 telah melakukan Launching disertai Kuliah Perdana dan Kuliah Umum AKN Kota Pekalongan Tahun Akademik 2014/2015. Pada Lauching tersebut Tim Omah Tenun berkesempatan bisa menjadi tamu undangan menjadi saksi telah adanya satu-satunya Perguruan Tinggi Negeri di Kota Pekalongan yang dibawah Dirjen Dikti.
Launching yg berlangsung di di Aula SMK Negeri 3 Pekalongan tersebut dihadiri dari segenap jajaran pemerintah kota Pekalongan, wakil dari pengusaha dan industri di Pekalongan dan tentu saja Direktur Politeknik Negeri Jakarta beserta jajarannya selaku pelaksana PDD ( Program Studi Di Luar Domisili ).

Rabu, 13 Agustus 2014

BARU DIBUKA AKADEMI KOMUNITAS NEGERI KOTA PEKALONGAN

Omah Tenun - Sobat Tenun, ada kabar berita yang cukup menggembirakan bagi Kota Pekalongan dan sekitarnya, khususnya bagi pelaku dunia usaha dan industri tekstil maupun kria tekstil, yaitu dengan dibukanya Akademi Komunitas Negeri Kota Pekalongan. Dasar pendirian Akademi Komunitas Negeri ( AKN ) Kota Pekalongan adalah Keputusan Dikti No. 4087/E.E2.1/KL/2014 tanggal 26 Juni 2014.
AKN Kota Pekalongan ini mengembangkan pendidikan vokasi jangka pendek ( Diploma 2 ) yang berorientasi pada perluasan lapangan kerja di daerah maupun dunia usaha dan industri.
Pada tahun akademik 2014/2015 membuka 2 Program Studi ( Prodi ), yaitu : Supervisor Pemintalan Pertenunan dan Desain Kria Tekstil, berorientasi mencetak lulusan yang berkompetensi di bidangnya sebagai wujud pengembangan diri dan mampu bersaing dalam dunia kerja. Dalam pewujudannya, pihaknya didampingi para dosen profesional dalam bidangnya.

Senin, 11 Agustus 2014

Jalan-Jalan di Pameran Inovasi dan Kreativitas Pekalongan



OmahTenun - Sobat Tenun, minggu kemarin sempatin jalan-jalan di Pameran Inovasi dan Kreativitas Pekalongan dalam rangka peringatan Harteknas di Gedung Rumah Jabatan Bakorwil III. Berbagai macam inovasi, baik teknologi maupun bidang lain yang ditampilkan dalam Pameran tersebut, yang dimulai dari hari Sabtu (9/8) sampai Selasa (12/8). 
Pameran tersebut diikuti 219 stand. Terdiri dari 20 stand SKPD Pemprov Jawa Tengah, 30 stand kabupaten/kota di Jawa Tengah, 33 stand SKPD Pemkot Pekalongan, 27 LPM dan BKM Kota Pekalongan, serta 72 stand lembaga pendidikan, BUMN dan BUMD

Ada satu stan yang cukup menarik perhatian yaitu salah satu produk inovasi yaitu Eskrim Tempe dari LPM Kelurahan Kertoharjo , sayangnya tidak sempat untuk mencicipi. Jika produk inovasi tersebut bisa bekerja sama dengan produsen es krim, pastilah bisa diproduksi secara nasional.

Sabtu, 14 Juni 2014

Batik TENUN TOGOG Gianyar Bali Yang Memikat Hati

foto: bali.panduanwisata.com
OmahTenun - Sobat Tenun, bagaimana kalo kita lanjut jalan-jalan lagi setelah dari Jogja berlanjut ke Bali, wah cukup jauh juga. Tapi tunggu dulu, setelah sebelumnya jalan-jalan di dusun GAMPLONG, Sentra Wisata Tenun Tradisional di Jogja , sekarang kita terbang menuju ke Gianyar Bali. Ada apa emang disana...ooow ternyata ada yang menarik lho, BATIK TENUN TOGOG. Jadi penasaran nih sobat Tenun...



Sobat Tenun, warga Bali sangat terkenal dengan keuletannya dalam membuat berbagai macam bentuk kerajinan dari mulai mematung, memahat, membatik, menenun dan juga lainnya. Soal batik tenun ini, Bali memiliki motifnya tersendiri yang ternyata banyak juga disukai oleh para wisatawan baik lokal dari berbagai daerah di tanah air maupun wisatawan asing. karena motifnya yang khas, karakternya yang unik dan harganya yang murah meriah.

Kamis, 12 Juni 2014

GAMPLONG, Sentra Wisata tenun Tradisional di Jogjakarta


OmahTenun - Sobat tenun, kalo bicara Jogja sudah pastilah kebayang beragam image yang ada di benak kita. Mulai dari "gudeg", malioboro, keraton, parangtritis, dan seterusnya. Memang menjelajahi tempat-tempat wisata di Jogja tidak akan ada habisnya. tapi sobat Tenun, pastilah apa yang sudah disebut tadi adalah objek-objek wisata yang sudah “biasa”. Jadi mari kita coba datang ke obyek wisata yang " tidak biasa ", yaitu ke Dusun Gamplong, Kelurahan Sumber Rahayu, Kecamatan Moyudan, Sleman, sebuah desa yang merupakan sentra kerajinan kain tenun di Jogja dan kemudian terkenal dengan sebutan “Desa Wisata Gamplong”.

Selasa, 10 Juni 2014

Potensi Menggiurkan Serat Pisang Abaca

Sobat tenun, berikut ada info menarik mengenai serat pisang abaca :

Bisnis.com, MANADO - Daerah perbatasan NKRI di Sulawesi Utara ternyata menyimpan suatu potensi bisnis yang menggiurkan. Salah satunya ialah serat pisang abaka (muxa textilis) yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kertas uang.
Pisang Abaka merupakan jenis tanaman endemik yang hanya tumbuh di daerah Filipina, Ekuador, dan Sulut khususnya di Kepulauan Talaud.

Kabupaten Kepulauan Talaud sendiri, berjarak sekitar 271 mil dari kota Manado. Pada akhir 2013, jumlah penduduk Talaud tercatat sebanyak 84.747 jiwa yang menempati 16 pulau kecil dengan total luas daratan 1.371, 40 km.

Senin, 09 Juni 2014

Pesona Tenun Ikat Sambas


foto : antarafoto.com
Sobat Tenun, kalo sebelumnya telah disajikan tentang Tenun Songket ( baca disini ) , sekarang kita tambah ilmu tentang Tenun Ikat Sambas yang begitu mempesona. 
Produk kain menjadi salah satu primadona Indonesia yang sudah dikenal seluruh dunia. Mulai dari kain tradisional seperti batik, tenun, atau songket hingga ke skala industri seperti garmen. 

 




Kalimantan Barat juga memiliki olahan kain tradisional yang sudah mengakar dalam adat budaya masyarakatnya, yaitu yang dikenal dengan tenun Sambas. Tenun ikat Sambas atau dikenal dengan sebutan tenun Sambas saja, adalah kerajinan tolahan serat benang yang dihasilkan oleh masyarakat Sambas. Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, kain tenun Sambas sudah ada sejak tahun 1675 M, bertepatan dengan berdirinya Keultanan Sambas yang di pimpin oleh Sultan Sulaiman, dengan gelar Sultan Muhammad Shafiuddin I. Sementara cerita lain mengatakan, tenun Sambas sudah dikenal masyarakat setempat pada masa kerajaan Hindu, sebelum berdirinya Kesultanan Islam Sambas. Diperkirakan tenun Sambas berusia lebih dari 300 tahun.

Selasa, 03 Juni 2014

Design Cantik Retota bersama Kedaung Home

Retota Merah
Sebuah repost dari http://ekafikry.blogspot.com
( Special thanks to mbak Eka Fikriyah )


Sabtu 15 maret 2014 kemarin, adalah launching design cantik piring dan gelas dari RETOTA, yang bekerjasama dengan Kedaung Home. Dimana, pihak Retota yang menyajikan design cihuy, sementara, Kedaung yang memproduksinya. Sentuhan warna merah yang bercampur hijau dan kuning, memberi kontribusi pada aksen rigi-gerigi didalamnya, membuat kesan mewah dan etnik pada piring-piring cantik itu.


Eh, by the way, kayaknya motifnya mirip makanan gitu, ya ?? Yup, bener sekali, sobs... Piring cantik berwarna dominan merah ini terinspirasi dari kue lapis dan onde-onde yang ada di daerah Medan.

Karena piring beserta “teman-temannya” berwarna merah, maka tak heran, bertabur warna-warni merah di Kedaung. Termasuk sarung bantal dan beberapa pernik yang terbuat dari kainpun melengkapi suasana warna menyala hari itu. Pantas saja, tamu undangan yang hadir, yang diundang melalui majalah femina, diwajibkan memakai dress code Touch of Red. Oh, rupanya ini maksudnya, emang sesuai dengan warna design yang sedang menjadi sorotan saat itu. Hehehe.. Tapi, memang sih, merah itu meriah ya. Terkesan gagah, berani, kuat dan cetar dan tahan banting, hahahha.....

Senin, 02 Juni 2014

Menenun di “Istana Beling”

Sebuah repost dari http://ekafikry.blogspot.com
( Special thanks to mbak Eka Fikriyah )

 
Acara yang bekerjasama dengan majalah femina ini, juga menghadirkan demo menenun secara manual atau tanpa mesin. Modal menenun, itu ternyata cuma jumputan benang demi benang yang disatukan melalui alat tenun, hingga berbentuk menjadi helai kain yang kita inginkan. Sekilas melihatnya, sepertinya tak begitu rumit ya menenun itu, tapi, kalau kita mencobanya, haduh...tak semudah yang dibayangkan sodara-sodara. Gadis berjilbab bernama Vivi, mencoba mengasah kemampuannya tuk menenun. Wuuiih, ternyata ribet ya. Langkah demi langkah harus diinngat, supaya gak salah. Hentakan atau tarikan kayunya tuk merapatkan benang juga harus pas, supaya tenunnya rapat dan mantap. Warna-warna benang yang dipakai tuk demo tenun ini, juga senada dengan warna dari design piring Retota, merah, hijau dan kuning. Dari hasil tenun ini, bisa menjadi taplak meja, serbet atau apapun itu, sesuai dengan yang kita inginkan...(Kalau tuk under wear, bisa gak ya...#Ups....)

Sabtu, 31 Mei 2014

Alfonsa Horeng, Seniman Tenun Ikat yang Mendunia

Karya seni warisan leluhur yang memudar itu kini kembali dipoles oleh sentuhan para seniman kampung, dan Alfonsa adalah suksesor dibalik kejayaan itu.
Bukan perkara mudah, melestarikan dan mengembangkan tenun ikat asli yang mulai tergerus oleh arus modernisasi apalagi serbuan berbagai produk yang serba instan. Namun dengan kegigihan dan kesabaran seorang Alfonsa Raga Horeng, setidaknya telah terlihat hasil yang kian positif. Masyarakat di kampungnya diberdayakan, dan kini, kreasi tenun ikat binaannya pun semakin dikenal, di dalam negeri hingga ke berbagai negara.
Sejatinya, semua ini berjalan tanpa sengaja. Wanita lulusan Fakultas Teknologi Pertanian dari Universitas Widya Mandala Surabaya pada 1998 ini memilih untuk kembali ke kampung halamannya, setelah ‘tak betah’ bekerja sebagai “kuli” di Surabaya. Ia merasa terpanggil untuk memberdayakan para wanita di kampung halamannya.
Pada Oktober 2003, Alfonsa, demikian dia biasa disapa, akhirnya memrakarsai berdirinya sebuah kelompok tenun yang diberi nama “Lepo Lorun-Women’s Weaver Cooperative.” Kelompok binaannya yang berlokasi di Desa Nita, Kabupaten Sikka, Flores, NTT, ini rata-rata beranggotakan ibu rumah tangga.
“Jadi awalnya hanya iseng. Saya kumpulkan ibu-ibu dan kami bersama membuat sebuah rumah tenun sederhana. Daripada menganggur, atau hanya kerja itu-itu saja, saya motivasi mereka untuk berkreativitas, salah satunya ya dengan menenun,” cerita Alfonsa kepada IndoTrading News.

Kamis, 15 Mei 2014

Industri Kain Tenun Sebagai Warisan Budaya Bangsa

Peningkatan serta perkembangan industri kain tenun di berbagai daerah di Indonesia merupakan upaya yang penting guna melestarikan warisan budaya bangsa sekaligus kebanggaan yang mencerminkan jati diri bangsa Indonesia.
Menteri Perindustrian MS Hidayat dalam keterangannya di Jakarta, mengatakan bahwa tenun merupakan salah satu karya budaya yang diproduksi di berbagai wilayah di seluruh Nusantara.
Menperin memaparkan jika tenun memiliki makna, nilai sejarah, dan teknik yang tinggi dari segi warna, motif, dan jenis bahan atau benang yang digunakan yang memiliki keunikan tersendiri antardaerah.

Peningkatan Industri Tenun Lestarikan Warisan Budaya Bangsa

Peningkatan industri tenun di berbagai daerah di Indonesia merupakan upaya yang penting guna melestarikan warisan budaya bangsa sekaligus kebanggaan yang mencerminkan jati diri bangsa Indonesia.

"Tenun merupakan salah satu karya budaya yang diproduksi di berbagai wilayah di seluruh Nusantara," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Menperin memaparkan, tenun memiliki makna, nilai sejarah, dan teknik yang tinggi dari segi warna, motif, dan jenis bahan atau benang yang digunakan yang memiliki keunikan antardaerah.

Cerminkan Jati Diri Bangsa, Tenun Patut Dilestarikan Keberadaannya

Tenun merupakan salah satu karya budaya yang diproduksi di berbagai wilayah di seluruh Nusantara. Tenun memiliki makna, nilai sejarah, dan teknik yang tinggi dari segi warna, motif, dan jenis bahan ataupun benang yang digunakan, dimana setiap daerah memiliki ciri khas masing-masing (Baca: Tahukah Anda, Teripang dan Cumi-Cumi pun Bisa jadi Pewarna Tenun?)
“Tenun sebagai salah satu warisan budaya tinggi atau heritage merupakan kebanggaan bangsa Indonesia, dan mencerminkan jati diri bangsa. Oleh karena itu, tenun baik dari segi teknik produksi, desain dan produk yang dihasilkan harus dijaga dan dilestarikan keberadaannya, serta dimasyarakatkan kembali penggunaannya,” ujar Menteri Perindustrian, Mohamad S Hidayat dalam sambutan pembukaan Gelar Produk Kerajinan Dekranas di Plasa Pameran Industri, Kementerian Perindustrian, Selasa (6/5/2014).