Senin, 23 Juni 2014

Semerbak Harum Akar Wangi Yang Memikat Hati

OmahTenun - Sobat Tenun, kalo sebelumnya pernah dibahas mengenai serat Rami , Enceng Gondok dan Pisang Abaca , kali ini Omah Tenun akan mengulas tentang " akar ". Kok Akar ? Trus hubungannya dengan tenun ? Eehh tunggu dulu, karena akar ini beda dari yang lain, ya... itu adalah AKAR WANGI. 
Emang apa sih Akar Wangi ? Berikut ini beberapa pengetahuan mengenai akar wangi.

Rumput akar wangi (Vetiveria zizanioides syn. Andropogon zizanoides) adalah sejenis rumput yang berasal dari India. Tumbuhan ini dapat tumbuh sepanjang tahun, dan dikenal orang sejak lama sebagai sumber wangi-wangian. Tumbuhan ini termasuk dalam famili Poaceae, dan masih sekeluarga dengan serai atau padi.

Akarnya yang dikeringkan secara tradisional dikenal sebagai pengharum lemari penyimpan pakaian atau barang-barang penting, seperti batik dan keris. Aroma wangi ini berasal dari minyak atsiri yang dihasilkan pada bagian akar. Tumbuhan ini merupakan komoditas perdagangan minor walaupun cukup luas penggunaan minyaknya dalam industri wangi-wangian.

Sabtu, 14 Juni 2014

Batik TENUN TOGOG Gianyar Bali Yang Memikat Hati

foto: bali.panduanwisata.com
OmahTenun - Sobat Tenun, bagaimana kalo kita lanjut jalan-jalan lagi setelah dari Jogja berlanjut ke Bali, wah cukup jauh juga. Tapi tunggu dulu, setelah sebelumnya jalan-jalan di dusun GAMPLONG, Sentra Wisata Tenun Tradisional di Jogja , sekarang kita terbang menuju ke Gianyar Bali. Ada apa emang disana...ooow ternyata ada yang menarik lho, BATIK TENUN TOGOG. Jadi penasaran nih sobat Tenun...



Sobat Tenun, warga Bali sangat terkenal dengan keuletannya dalam membuat berbagai macam bentuk kerajinan dari mulai mematung, memahat, membatik, menenun dan juga lainnya. Soal batik tenun ini, Bali memiliki motifnya tersendiri yang ternyata banyak juga disukai oleh para wisatawan baik lokal dari berbagai daerah di tanah air maupun wisatawan asing. karena motifnya yang khas, karakternya yang unik dan harganya yang murah meriah.

Kamis, 12 Juni 2014

GAMPLONG, Sentra Wisata tenun Tradisional di Jogjakarta


OmahTenun - Sobat tenun, kalo bicara Jogja sudah pastilah kebayang beragam image yang ada di benak kita. Mulai dari "gudeg", malioboro, keraton, parangtritis, dan seterusnya. Memang menjelajahi tempat-tempat wisata di Jogja tidak akan ada habisnya. tapi sobat Tenun, pastilah apa yang sudah disebut tadi adalah objek-objek wisata yang sudah “biasa”. Jadi mari kita coba datang ke obyek wisata yang " tidak biasa ", yaitu ke Dusun Gamplong, Kelurahan Sumber Rahayu, Kecamatan Moyudan, Sleman, sebuah desa yang merupakan sentra kerajinan kain tenun di Jogja dan kemudian terkenal dengan sebutan “Desa Wisata Gamplong”.

Rabu, 11 Juni 2014

Budidaya Pisang Abaca

foto: umkmjogja.com
OmahTenun - Sobat Tenun, sebelumnya telah dibahas mengenai potensi usaha serat pisang abaca yang menggiurkan ( baca disini ) kita kami coba untuk paparkan secara ringkas budidaya pisang abaca. 

Tampilan fisik tanaman pisang abaca nyaris sama juga dengan pisang tipe yang lain. Cuma saja, pisang abaca lebih ramping dengan batang serta pelepah yang berwarna kecoklatan. Rata-rata tinggi pohon pisang abaca hampir enam meter.

1. Persyaratan Tumbuh
 

Iklim yang sesuai untuk tanaman Abaca yaitu tipe iklim A menurut klasifikasi Schmidt dan Ferguson, dengan curah hujan 2000-3000 mm/tahun, dan jumlah hari hujan antara 150-200 hari serta temperatur udara 20oC-31oC. Abaca dapat tumbuh baik pada dataran rendah sampai dataran tinggi sampai ketinggian 1000 m dpl. Tanah yang baik yaitu tanah yang gembur, tekstur lempung berliat atau lempung berpasir dan jangan sampai ada lapisan yang padat (harpan layer).

Selasa, 10 Juni 2014

Potensi Menggiurkan Serat Pisang Abaca

Sobat tenun, berikut ada info menarik mengenai serat pisang abaca :

Bisnis.com, MANADO - Daerah perbatasan NKRI di Sulawesi Utara ternyata menyimpan suatu potensi bisnis yang menggiurkan. Salah satunya ialah serat pisang abaka (muxa textilis) yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kertas uang.
Pisang Abaka merupakan jenis tanaman endemik yang hanya tumbuh di daerah Filipina, Ekuador, dan Sulut khususnya di Kepulauan Talaud.

Kabupaten Kepulauan Talaud sendiri, berjarak sekitar 271 mil dari kota Manado. Pada akhir 2013, jumlah penduduk Talaud tercatat sebanyak 84.747 jiwa yang menempati 16 pulau kecil dengan total luas daratan 1.371, 40 km.